SULAWESI SELATAN — Viktor Gyokeres menjadi pahlawan Swedia. Striker Arsenal itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-88 di Strawberry Arena, Stockholm, di hadapan 50.000 suporter. Gol tersebut memastikan tiket Swedia ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2018.
"Viktor mencetak gol, itu seperti pengalaman di luar tubuh," kata Potter kepada media Inggris. "Semua pemain cadangan berlari ke lapangan. Ada 15 pemain di lapangan dan saya berpikir, 'Itu kartu kuning, itu masalah'. Tapi ini Piala Dunia, semua aturan diabaikan."
Pelatih asal Inggris itu menggambarkan euforia yang tak terlukiskan. "Perasaan di stadion sungguh luar biasa. Sangat menyenangkan bisa merasakan hal positif melalui sepak bola, karena akhir-akhir ini saya tidak banyak mengalaminya," tambahnya.
Karier kepelatihan Potter justru dimulai di Swedia. Ia membawa Ostersunds FK dari kasta keempat ke kasta tertinggi, menjuarai Piala Swedia, dan berlaga di Eropa. Di sana ia belajar bahasa Swedia, bahkan menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan.
"Saya merasa sangat Swedia saat bekerja," ujar Potter. "Dua anak saya lahir di Swedia. Saya punya tujuh tahun tak terlupakan di Ostersunds. Anda hampir menjadi Swedia dalam hal kepelatihan karena pengalaman yang Anda miliki."
Keputusannya menggantikan Jon Dahl Tomasson pada November 2024 kini terbukti tepat. Kontraknya yang semula pendek diperpanjang hingga 2030, menjamin ia memimpin Swedia di Piala Dunia tahun ini, Piala Eropa 2028, dan Piala Dunia 2030 jika lolos.
Potter mengaku mendapat pesan selamat dari Zlatan Ibrahimovic, yang ia sebut "salah satu raja Swedia". Namun di balik euforia, ia tak menutupi rasa sakit akibat pemecatan di Chelsea (7 bulan) dan West Ham (8 bulan) yang berakhir September lalu.
"Itu menyakitkan. Itu pengalaman yang pahit," akunya. "Saya telah mengalami kegagalan. Tapi Anda harus bisa bersyukur. Saat mengalaminya, itu tidak mudah. Anda harus menghadapi kegagalan, tapi Anda menjadi pribadi yang lebih baik karenanya."
Kini Potter bersiap memanfaatkan dua senjata mematikannya: Gyokeres dan Alexander Isak. Eksperimen dengan duet striker itu akan menjadi kunci Swedia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko musim panas nanti.