MAKASSAR — Kepastian perekrutan pelatih anyar ini diumumkan langsung oleh pihak klub di tengah bursa transfer antar-musim. Sulaiman Abdul Karim menyebut bahwa tim bergerak cepat mencari pengganti setelah evaluasi internal terhadap hasil musim lalu.
"Tim memang bergerak cepat, dan alhamdulillah sudah tercapai kesepakatan dengan pelatih baru. Tapi saya belum bisa mengungkapkan siapa dia. Kita tunggu saja pengumuman resmi dari klub," ujar Sulaiman kepada media, Selasa.
Nama Darije Kalezic bukanlah wajah baru di Kota Daeng. Pelatih berkebangsaan Bosnia and Herzegovina itu pernah menukangi PSM Makassar pada musim 2018-2019 di era kepemimpinan Munafri Arifuddin. Prestasi gemilang ia torehkan dengan mempersembahkan trofi Piala Indonesia setelah mengalahkan Persija Jakarta di partai final.
Gelar tersebut menjadi sangat bersejarah bagi Juku Eja karena mengakhiri puasa gelar klub selama 19 tahun. Kini, rumor kepulangannya kembali menguat setelah kontraknya bersama klub Liga Serbia, FK TSC, dinyatakan berakhir.
Dukungan dan harapan tinggi juga mengalir dari kalangan suporter. Sekjen Red Gank, Sadakati Sukma, menekankan bahwa pelatih baru harus benar-benar paham sepak bola Indonesia. Ia berharap sosok yang nantinya duduk di kursi pelatih mampu mengerti filosofi permainan khas PSM Makassar.
Menurutnya, adaptasi dengan kultur sepak bola lokal menjadi kunci utama kesuksesan pelatih asing di Indonesia. Hal ini dinilai lebih penting ketimbang sekadar membawa nama besar dari luar negeri.
Mendatangkan juru taktik asing bukanlah hal baru bagi klub-klub di Indonesia. Mereka umumnya membawa metode latihan serta pendekatan strategi yang berbeda dari kultur sepak bola lokal. Bagi PSM, langkah ini diharapkan mampu menyuntikkan taktik baru yang lebih segar dan efektif untuk bersaing di papan atas.
Manajemen PSM berjanji akan mengumumkan nama pelatih baru setelah seluruh proses administrasi dan penandatanganan kontrak rampung. Para pendukung Pasukan Ramang diminta bersabar menanti kabar baik dari manajemen klub kesayangan mereka.