MAKASSAR — Sebanyak 300 personel gabungan Polrestabes Makassar disiagakan hingga pagi hari dalam operasi pemberantasan geng motor dan kejahatan jalanan di Kota Makassar, Selasa (12/5/2026) dini hari. Personel tersebut terlihat bersiaga di kawasan pertigaan Jalan Sultan Alauddin dan AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Makassar, sejak pukul 01.00 WITA.
Operasi ini melibatkan seluruh satuan di lingkungan Polrestabes Makassar, mulai dari Sabhara, Reskrim, Intelkam hingga Satuan Lalu Lintas. Seluruh tingkatan personel turut diterjunkan, mulai dari bintara, perwira, para kepala satuan, hingga 11 kapolsek jajaran.
Adapun kapolsek yang dilibatkan berasal dari wilayah Rappocini, Mamajang, Mariso, Tamalate, Panakkukang, Ujung Pandang, Makassar, Tallo, Manggala, Tamalanrea, dan Biringkanaya. Fokus utama operasi ini adalah memburu aktivitas geng motor yang dinilai meresahkan masyarakat, termasuk berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya.
Dalam arahannya, Kombes Pol Arya Perdana menegaskan seluruh personel agar bertahan hingga pagi dan melakukan tindakan tegas apabila menemukan kelompok geng motor yang berkeliaran. "Lakukan tindakan tegas dan terukur," tegasnya dalam arahan yang dikutip dari sumber resmi.
Operasi ini merupakan respons atas meningkatnya laporan masyarakat terkait aksi geng motor yang kerap meresahkan pengguna jalan di malam hari. Sejumlah titik rawan di Makassar menjadi prioritas pengamanan selama operasi berlangsung.
Geng motor di Makassar bukanlah fenomena baru. Kelompok ini kerap beraksi dengan melakukan pencurian dengan kekerasan, pengeroyokan, hingga penganiayaan terhadap korban yang melintas di jam-jam rawan. Operasi serupa pernah digelar beberapa kali, namun aksi mereka kembali muncul setelah jeda tertentu.
Dengan keterlibatan 11 kapolsek, Polrestabes Makassar berharap operasi ini mampu menekan angka kejahatan jalanan secara signifikan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.