PLN Pasok 27 MVA ke Smelter Maros, Dorong Hilirisasi Baja

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 11 Mei 2026 | 14:10:53 WIB
Penandatanganan kontrak pasokan listrik 27 MVA untuk smelter feronikel PT Sinar Tjokro Steel di Maros.

PT PLN (Persero) siap memasok listrik andal sebesar 27 MVA ke pabrik smelter feronikel PT Sinar Tjokro Steel di Maros, Sulawesi Selatan. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi percepatan hilirisasi mineral di kawasan timur Indonesia.

Kontrak Ditandatangani, Pasokan Segera Mengalir

Komitmen itu diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL). Manager PLN UP3 Makassar Utara, Martinus Irianto Pasensi, dan Direktur PT STS, Lin Bo, membubuhkan tanda tangan. Acara itu disaksikan langsung oleh General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, dan General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto.

Edyansyah menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan industri. “PLN siap memenuhi kebutuhan listrik yang andal, berkualitas, dan kompetitif,” ujarnya dalam keterangan resmi di Makassar, Senin.

Efek Berganda bagi Ekonomi Sulawesi Selatan

Menurut Edyansyah, sinergi ini menjadi bagian dari upaya menggerakkan roda perekonomian di Sulawesi Selatan. Ia optimistis kerja sama serupa akan terus berlanjut dan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat sekitar.

“Para pemilik usaha kini bisa fokus pada bisnis inti perusahaan. PLN akan memastikan kebutuhan listrik terpenuhi sesuai jadwal yang disepakati,” kata Edyansyah.

Apresiasi dari Pelaku Industri

Perwakilan PT STS, Sukianto Tjahyadi, mengapresiasi kesigapan dan kecepatan layanan PLN. “Kami berharap dengan pasokan listrik PLN, usaha pabrik baja ini akan berkembang,” ujarnya.

Langkah ini membuktikan bahwa infrastruktur kelistrikan menjadi faktor kunci dalam menarik investasi sektor industri, khususnya di luar Pulau Jawa. Dengan pasokan yang terjamin, investor dapat lebih percaya diri mengembangkan usahanya di Sulawesi Selatan.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top