ENI Temukan Cadangan Jumbo di Geliga-1, Produksi Gas Bakal Melejit 1.000 MMSCFD

Penulis: Jauhari Lubis  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 19:40:01 WIB
ENI dan Petronas temukan cadangan migas besar di sumur Geliga-1, Kalimantan Timur.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengonfirmasi temuan cadangan migas signifikan hasil uji sumur Geliga-1 di Kalimantan Timur yang dioperasikan ENI bersama Petronas pada Minggu (10/5/2026). Temuan ini diprediksi mampu menyumbang tambahan produksi hingga 60.000 barel minyak per hari dan 1.000 MMSCFD gas untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Lonjakan hasil uji alir produksi (DST) ini jauh melampaui estimasi awal yang ditetapkan otoritas hulu migas.

Kabar segar datang dari aktivitas eksplorasi di perairan Kalimantan Timur. ENI, perusahaan energi asal Italia, mencatatkan hasil gemilang melalui uji coba sumur (Drill Stem Test/DST) di blok Geliga-1. Hasil pengujian menunjukkan potensi aliran hidrokarbon yang masif, memberikan sinyal kuat bagi peningkatan lifting migas Indonesia di masa depan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa keberhasilan pengujian ini menjadi angin segar bagi industri hulu migas nasional. "Hasil DST yang dilakukan selama dua hari terakhir menunjukkan angka yang sangat positif, bahkan jauh melampaui ekspektasi awal kami," ujarnya dalam keterangan resmi. Temuan ini menempatkan Geliga-1 sebagai salah satu aset strategis dalam portofolio eksplorasi di wilayah timur Indonesia.

Secara teknis, hasil uji alir tersebut mengindikasikan kemampuan produksi yang tidak main-main. Jika dikembangkan secara optimal, sumur ini diproyeksikan mampu mengalirkan minyak sebesar 60.000 barel per hari (BOPD). Sementara itu, untuk komoditas gas, potensinya mencapai 1.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), angka yang cukup signifikan untuk memasok kebutuhan industri maupun kelistrikan domestik.

Lonjakan Produksi di Tengah Optimisme Eksplorasi

Keberhasilan di sumur Geliga-1 tidak lepas dari kolaborasi antara ENI dan Petronas. Kedua raksasa energi global ini terus memperkuat penetrasinya di cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang memang dikenal memiliki potensi cadangan gas bawah laut yang melimpah. Hasil DST kali ini membuktikan bahwa wilayah kerja tersebut masih menyimpan "harta karun" yang bisa diandalkan untuk menahan laju penurunan produksi alamiah (natural decline).

Data dari SKK Migas menunjukkan bahwa pengujian DST dilakukan secara intensif untuk memastikan stabilitas aliran dan tekanan reservoir. Keberhasilan ini sekaligus memvalidasi model geologi yang sebelumnya dikembangkan oleh tim eksplorasi ENI. Dengan volume sebesar ini, Geliga-1 berpotensi menjadi salah satu kontributor utama dalam pencapaian target produksi nasional di masa mendatang.

Bagi para pelaku industri, temuan ini juga menjadi bukti bahwa investasi di sektor hulu migas Indonesia masih sangat kompetitif. Kehadiran teknologi pengeboran laut dalam yang dibawa oleh ENI mempercepat penemuan titik-titik cadangan baru yang sebelumnya sulit dijangkau. Sinergi dengan Petronas sebagai mitra strategis juga memperkuat struktur permodalan dan pembagian risiko dalam proyek berskala besar ini.

Dampak Strategis bagi Ketahanan Energi Nasional

Jika proses pengembangan berjalan sesuai rencana, tambahan 1.000 MMSCFD gas dari Geliga-1 akan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang besar bagi ekonomi regional. Pasokan gas sebesar ini sangat krusial untuk mendukung operasional kilang-kilang di Kalimantan serta memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri pupuk dan petrokimia di wilayah tersebut.

Sektor kelistrikan juga diprediksi akan mendapat kepastian pasokan lebih baik. Gas bumi seringkali menjadi energi transisi yang paling efisien untuk menggantikan bahan bakar fosil yang lebih kotor. Dengan volume produksi yang masif, ketergantungan terhadap impor energi bisa ditekan, yang pada akhirnya akan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia di sektor migas.

Langkah selanjutnya, SKK Migas akan terus memantau rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) yang diajukan oleh operator. Percepatan transisi dari fase penemuan ke fase produksi menjadi kunci utama agar manfaat ekonomi dari Geliga-1 bisa segera dirasakan oleh negara dan masyarakat luas.

Penemuan ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi global, terutama di tengah ketidakpastian pasokan gas dunia. Keberhasilan ENI dan Petronas di Kalimantan Timur diharapkan menjadi pemicu bagi perusahaan migas lain untuk lebih agresif melakukan pengeboran di wilayah kerja eksplorasi lainnya di tanah air.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top