Berlokasi di Jalan Lamaddukelleng, Kelurahan Maloku, Kecamatan Ujung Pandang, Reff Karya Indonesia mengidentifikasi celah pasar yang signifikan. Meskipun Sulawesi Selatan memiliki banyak coffee shop dan produksi biji kopi yang mapan, produk derivatif seperti sirup dan flavor masih jarang dihasilkan secara lokal.
Owner Reff, dr. Fadli Ananda, menjelaskan bahwa ide ini bermula dari pengamatannya terhadap perkembangan industri kopi regional. "Di Sulsel banyak coffee shop, tapi yang diproduksi kebanyakan masih fokus pada biji kopi. Dari situlah kami berpikir bagaimana menghadirkan produk sirup dan perasa asli dari Sulawesi Selatan," ujarnya.
Dalam lima tahun operasional, Reff telah mencapai volume produksi yang mengesankan. Melalui kolaborasi dengan Founder Reza Pahlawan, perusahaan ini telah memperluas jangkauan pemasaran ke berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Timika, Manokwari, Batam, Surabaya, hingga sejumlah daerah di Sulawesi.
Fadli mengungkapkan antusiasmenya atas pencapaian tersebut: "Alhamdulillah dalam lima tahun ini penjualan kami sudah mencapai sekitar 3.000 botol per bulan. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berkembang."
Reza Pahlawan, sebagai founder, membawa pengalaman industri flavor ke dalam pengembangan Reff. Ia melihat coffee shop sebagai sektor berkembang pesat yang membutuhkan inovasi berkelanjutan. "Saya ingin industri coffee shop berkembang lebih kreatif. Jangan hanya menjual menu yang itu-itu saja. Karena itu kami hadir bukan sekadar menjual produk, tapi juga konsep dan inovasi resep," jelasnya.
Pemilihan Makassar sebagai pusat pengembangan bukan keputusan semata-mata bisnis. Reza memiliki ikatan emosional dengan kota kelahirannya. "Saya asli lahir di Makassar. Saya ingin Makassar bukan hanya dikenal dengan UMKM, tapi juga punya industri yang lebih besar dan bisa bersaing," ujarnya.
Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, hadir pada acara grand opening dan mengapresiasi langkah Reff sebagai inovasi yang berbeda di tengat tren coffee shop. Dia menilai gagasan membangun industri sirup lokal sebagai pemikiran out of the box dengan potensi membuka lapangan kerja dan mengangkat bahan baku lokal.
"Awalnya saya kira ini pembukaan coffee shop, ternyata ini industri lokal yang produknya dibuat di Makassar, menggunakan bahan baku Sulawesi Selatan dan dijalankan anak daerah. Ini tentu membanggakan," ujarnya. Dia juga berharap Reff tidak hanya sukses di pasar regional dan nasional, tetapi mampu menembus pasar internasional.
Kehadiran Reff Karya Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas anak muda lokal mampu menghasilkan produk inovatif sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif dan kuliner di Sulawesi Selatan.