MAKASSAR — Ratusan ASN dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Sulawesi Selatan resmi memulai rangkaian latihan militer sebagai anggota Komcad. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat kesiapsiagaan sumber daya manusia di sektor pertahanan.
Pelatihan itu mencakup materi dasar kemiliteran, seperti baris-berbaris, pengetahuan senjata, dan bela negara. Seluruh peserta menjalani program yang berlangsung dalam waktu terpadu dan intensif.
Mengapa ASN Dilibatkan dalam Komcad?
Keterlibatan ASN dalam program Komcad bertujuan untuk membentuk kader sipil yang siap dimobilisasi jika negara membutuhkan tambahan kekuatan pertahanan. Peserta tidak meninggalkan status kepegawaiannya selama menjalani pelatihan.
Program ini diatur dalam Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Pemerintah daerah diminta mengirimkan pegawainya secara sukarela untuk mengikuti seleksi dan pelatihan.
Jadwal dan Durasi Latihan
Para peserta mengikuti Latsarmil yang dijadwalkan berlangsung kurang lebih satu bulan. Selama masa itu, mereka tinggal di asrama dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan lapangan serta kelas teori.
Pemprov Sulsel menjadi salah satu pemerintah daerah dengan jumlah peserta terbanyak dalam gelombang pelatihan Komcad kali ini. Peserta berasal dari ASN yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan kesehatan.
Dampak pada Pelayanan Publik
Pemprov Sulsel memastikan pelatihan ini tidak mengganggu pelayanan publik di masing-masing instansi. Setiap peserta telah mendapatkan izin resmi dan tugasnya selama mengikuti latihan dialihkan sementara ke pegawai lain.
Program Komcad bagi ASN diharapkan menciptakan sinergi antara kemampuan sipil dan militer. Setelah lulus, para peserta akan tetap bertugas seperti biasa namun terdaftar sebagai sumber daya nasional yang siap dipanggil.