MAKASSAR — Ilham Ari Fauzi A Uskara secara resmi memegang kendali PPP Sulawesi Selatan untuk lima tahun ke depan. Ia dilantik langsung oleh Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sabtu (20/6/2026). Pelantikan itu sekaligus menetapkan Nursyam Amin sebagai Sekretaris dan Nur Amal sebagai Bendahara DPW PPP Sulsel.
Dalam sambutannya, Ilham menyebut amanah itu datang di luar bayangannya. “Saya tidak pernah memimpikan, bahkan berniat berada di posisi ini. Jabatan ini ibarat kucing, dikejar tidak dapat, tetapi ketika kita diam, justru datang menghampiri,” katanya di hadapan kader dan pengurus PPP.
Ia mengibaratkan kondisi partai dengan kisah Nabi Ayub AS yang diuji sebelum mendapat nikmat berlipat. Ilham optimistis PPP bisa bangkit dan menargetkan 24 kursi di DPR RI pada Pemilu 2029. “Kami percaya setiap ujian memiliki hikmah dan akan menjadi kekuatan untuk bangkit,” ujarnya.
Ilham mengungkapkan, meski baru dilantik lima bulan setelah surat keputusan diterbitkan, jajarannya sudah bergerak aktif. Pengurus telah mengunjungi seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, bahkan sebagian besar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sudah didatangi hingga tiga kali.
“Kita sudah membuktikan bahwa SK itu formalitas, tetapi kerja adalah bukti nyatanya. Selamat melanjutkan perjuangan dan selamat berlari lebih kencang untuk lima tahun ke depan,” tegas Ilham.
Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menegaskan struktur partai tetap solid hingga tingkat akar rumput. Seluruh 38 kepengurusan DPW telah menyelesaikan musyawarah wilayah, sementara lebih dari 80 persen dari 514 DPC di Indonesia juga telah melaksanakan musyawarah cabang yang dihadiri pengurus hingga tingkat kecamatan.
“Ini membuktikan bahwa Partai Persatuan Pembangunan masih hidup utuh sampai ke tingkat grassroot. Kader-kader PPP di tingkat kecamatan menunjukkan bahwa kami masih ada,” jelas Mardiono.
Ia mengakui PPP masih mengantongi hampir sembilan juta suara pada Pemilu 2024, namun gagal lolos ke parlemen karena hanya memperoleh 5,87 juta suara nasional. Angka itu kurang sekitar 130 ribu suara dari ambang batas parlemen.
Mardiono menekankan pentingnya soliditas untuk menghadapi Pemilu 2029. “Kita tidak boleh lagi bekerja sendiri-sendiri. Kegagalan kemarin harus menjadi pelajaran agar seluruh kader bergerak bersama dan lebih solid,” tegasnya.
PPP, kata Mardiono, telah menyiapkan berbagai program konsolidasi dan penguatan basis partai. “Partai Persatuan Pembangunan sudah merencanakan program setelah menyusun sebuah basis fighting untuk menjawab kesemuanya itu,” tutup Mardiono.