IPO SpaceX Ditutup Naik 19%, Elon Musk Resmi Jadi Triliuner Pertama Dunia

Penulis: Hendra Setiawan  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:19:01 WIB
SpaceX resmi melantai di Nasdaq dengan harga penutupan naik 19 persen.

SULAWESI SELATAN — SpaceX resmi melantai di bursa Nasdaq pada Jumat (pekan lalu) dengan harga pembukaan USD 150 per saham, langsung melonjak 11% dari harga IPO USD 135. Saham sempat menyentuh USD 176 pada perdagangan tengah hari sebelum akhirnya ditutup di USD 160,95. Dengan kenaikan ini, kapitalisasi pasar SpaceX sempat mencapai hampir USD 2,3 triliun, menempatkannya di jajaran perusahaan publik paling bernilai di dunia.

Permintaan Tinggi, Pasokan Terbatas

Antusiasme pasar bukan tanpa alasan. Menurut Bloomberg, IPO SpaceX kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga empat kali lipat. Banyak investor institusi besar gagal mendapat jatah saham di harga IPO, sehingga mereka terpaksa memburu saham di pasar terbuka.

Faktor lain yang mendorong lonjakan harga adalah jumlah saham yang beredar sangat kecil. Hanya 4% dari total saham SpaceX yang diperdagangkan ke publik. Sisanya masih dipegang oleh investor awal dan karyawan. Kondisi ini menciptakan tekanan beli yang tinggi karena pasokan terbatas.

SpaceX juga berhasil melobi sejumlah indeks saham, termasuk Nasdaq 100, untuk mengubah aturan inklusi. Alhasil, perusahaan bisa masuk ke indeks tersebut dalam hitungan hari, bukan bulan. Ini memicu gelombang pembelian otomatis dari dana indeks dan institusi besar lainnya. Robinhood melaporkan lalu lintas perdagangan yang "memecahkan rekor" di platformnya beberapa jam setelah debut SpaceX.

Dampak ke Karyawan dan Investor

IPO ini menjadi salah satu momen paling bersejarah di dunia venture capital. Dana ventura Founders Fund yang menanamkan USD 600 juta untuk 3% saham, kini nilai kepemilikannya diperkirakan melonjak di atas USD 50 miliar. Andreessen Horowitz meraup lebih dari USD 10 miliar, sementara Sequoia mengantongi valuasi lebih dari USD 20 miliar.

Dampaknya juga terasa hingga ke level individu. New York Times melaporkan bahwa sekitar 4.400 karyawan dan mantan karyawan SpaceX akan menjadi jutawan. Bahkan, sekitar 400 di antaranya berstatus centimillionaire—memiliki kekayaan bersih di atas USD 100 juta. Di puncak keuntungan, Elon Musk resmi menyandang gelar triliuner pertama di dunia.

Prospek ke Depan

Dengan valuasi yang sudah melambung tinggi, pertanyaan selanjutnya adalah apakah SpaceX mampu mempertahankan momentum ini. Perusahaan masih harus membuktikan profitabilitas berkelanjutan dari bisnis peluncuran satelit Starlink dan misi antariksa komersialnya. Namun, untuk saat ini, antusiasme pasar terhadap saham emiten teknologi antariksa ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top