SULAWESI SELATAN — Kenaikan harga emas Antam hari ini melanjutkan tren penguatan yang sudah berlangsung sejak awal pekan. Dalam sepekan terakhir, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk ini sudah menguat lebih dari 1,5 persen.
Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam ikut naik menjadi Rp 2.468.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali (spread) saat ini mencapai Rp 243.000 per gram, atau sekitar 8,96 persen dari harga jual.
Spread yang lebar ini perlu dicermati investor yang berniat mengambil untung jangka pendek. Semakin besar spread, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas jika emas dibeli lalu dijual kembali dalam waktu dekat.
Penguatan harga emas Antam sejalan dengan pergerakan emas dunia. Harga emas di pasar spot bergerak di kisaran US$ 2.340 per troy ounce pada perdagangan Kamis waktu AS, didorong pelemahan indeks dolar AS.
Pelaku pasar saat ini fokus menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pekan depan. Data tersebut akan menjadi acuan bagi bank sentral AS (Federal Reserve) dalam menentukan arah suku bunga ke depan.
Jika inflasi AS menunjukkan tren melandai, ekspektasi pemangkasan suku bunga akan kembali menguat. Skenario itu biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena menekan imbal hasil obligasi dan nilai dolar.
Selain ukuran 1 gram, Antam juga menjual emas batangan dalam berbagai bobot. Berikut harga untuk beberapa ukuran yang paling banyak dicari:
Harga-harga tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP. Bagi pembeli tanpa NPWP, tarif PPh lebih tinggi, yakni 0,9 persen.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah volatilitas indeks harga saham gabungan (IHSG) yang masih tinggi. Sejumlah analis menyarankan investor untuk mengalokasikan sebagian portofolio ke aset safe haven seperti emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian pasar.
Namun, perlu diingat bahwa emas bukan instrumen yang memberikan pendapatan pasif seperti dividen saham atau kupon obligasi. Keuntungan hanya bisa direalisasikan saat harga jual lebih tinggi dari harga beli, dikurangi spread dan pajak.
Investasi mengandung risiko. Keputusan pembelian sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.